Senin, 21 September 2015

SISTEM BILANGAN (Ivan Ariansyah)

SISTEM BILANGAN

Sistem bilangan - sistem bilangan yang digunakan
pada sistem digital :
nSistem bilangan desimal
nSistem bilangan biner
nSistem bilangan oktal
nSistem bilangan heksadesimal

BILANGAN DESIMAL

nSimbol : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9.
nDisebut dengan sistem basis 10 atau radiks 10.
nSistem bilangan mempunyai karakteristik nilai-tempat (place-value), yang mempunyai bobot sesuai dengan tempat dimana angka/digit tersebut berada.
nBobot untuk bilangan desimal adalah :
¨Bobot satuan   : 100 = 1
¨Bobot puluhan : 101 = 10
¨Bobot ratusan  : 102 = 100
¨Bobot ribuan  : 103 = 1000  , dst

BILANGAN BINER

nBilangan radiks 2, simbol : 0 dan 1
nSetiap digit biner (binary digit) disebut bit.
nBobot faktor biner :
bit ke-5
bit ke-4
bit ke-3
bit ke-2
bit ke-1
bit ke-0
25
24
23
22
21
20
32
16
8
4
2
1
Bilangan Oktal
nSimbol bilangan
   ® 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7
nDisebut bilangan radiks 8
nMerupakan metode dari pengelompokan 3 bit
nBiasanya digunakan oleh perusahaan komputer yang menggunakan kode 3 bit untuk merepresentasikan instruksi/operasi

Bilangan Heksadesimal

nMenggunakan 16 simbol, yaitu : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F.
  Huruf A untuk cacahan 10, B untuk 11, C untuk 12, D untuk 13, E untuk 14, dan F untuk 15.
nMerupakan metode dari pengelompokan 4 bit
nKomputer digital dan sistem yang berdasarkan mikroprosesor menggunakan sistem bilangan heksadesimal